Loading...

Jumat, 25 November 2011

MIKROBIA PARASIT PADA IKAN

Parasit (Pathogen)
Pengertian :
Parasit atau panthogen adalah organisme dalam bentuk hewan atau tumbuh-tumbuhan atas pengorbanan dari induk emangnya (hewan atau tumbuh-tumbuhan lain).  Parasit dapat berkembang dan menyebabkan infeksi yang dapat menularkan penyakit itu sendiri.
Penyebab penyakit :
a.     Jamur
b.    Bakteri
c.     Virus


Pengobatan Penyakit Pararasit
a.          Jamur
Jamur merupakan tumbuhan sederhana yang tidak membutuhkan cahaya untuk tumbuh, tetapi memakan bahan organik untuk mendapatkan energinya. Jamur dapat menyebabkan penyakit bila tumbuh pada organisme hidup termasuk ikan. Dewasa ini ada dua penyakit ikan yang berasal dari jamur, yaitu : Saprolegniasis dan Ichthyosporidosis.

- Saproleniasis
Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang disebut Saprolegnia sp. Serangan jamur ini menyebabkan perubahan warna pada kulit dan tumbuh jamur putih keabu-abuan yang makin lama makin melebar, dan menyebabkan kerusakan pada otot. Ikan-ikan yang sakit tersebut sebaiknya diambil dari kurungan pemeliharaan. Penyakit ini jarang sekali ditemukan dan tidak mudah menyerang ikan yang dalam keadaan sehat.
Penyakit ini terutama menyerang ikan kakap putih pada bagian sirip punggung dan melebar ke arah sirip ekor.

              Pencegahan dan pengobatan
Pengobatan dapat dicoba dengan jalan diolesi :
* Larutan yodium Tincture 0,1%
* Larutan Potassium Dichromat 1%
Atau perendaman dengan menggunakan :
* Methylene blew 0,1 PPM, selama kira-kira 1 jam dan diulangi selama
3 hari.


- Ichthyosporidosis
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Ichthyos poridium sp (Ichthyophonus sp). Jamur ini berkembang mengikis jaringan luar bagian kepala dan menyebabkan luka yan dalam yang berwarna kemerah-merahan dan dapat masuk ke dalam sampai ke bagian tengkorak kepala ikan. Kadang-kadang juga ditemukan di bawah kulit dan jaringan epitel kulit dari jaringan organ yang penting misalnya insang, usus, hati dan jantung dalam bentuk gumpalan granula.
Biasanya terdapat pada ikan kerapu dan berkembang lambat karena penyakit ini terutama teramati pada ikan-ikan atau ukuran pasar.

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang manjur terhadap penyakit ini. Beberapa jenis antibiotik yang biasa terdapat di pasaran kurang mempan menghadapi penyakit ini. Untuk itu dapat dihindari dengan jalan menjaga makanan dari ikan rucah yang diberikan agar bersih dan tidak ada gumpalan-gumpalan penyakit di bagian kulitnya atau di bagian lain.

b.   Bakteri
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri merupakan penyakit yang paling umum dijumpai pada usaha budidaya ikan laut.

Bakteri merupakan jasad renik yang kira-kira duapuluh kali lebih kecil dari sel-sel jamur, protozoa atau sel daging ikan. Biasa terdapat di udara, dalam tanah maupun dalam air dan benda padat lainnya. Sebagian besar bakteri sebenarnya tidak menyebabkan penyakit. Namun bakteri mempunyai kemampuan memperbanyak diri sangat cepat, sehingga apabila bakteri tersebut berada dalam bagian tubuh hewan. Bakteri ini bermacam-macam jenisnya. Yang menyerang manusia, berbeda dengan jenis yang menyerang ikan dan tumbuh-tumbuhan. Tetapi ada pula jenisjenis yang dapat menyerang manusia dan hewan sekaligus.

Ikan yang terserang oleh bakteri dapat memperlihatkan gejala yang berbeda-beda. Jika bakterinya menyerang kerusakan-kerusakan pada kulit yang terlihat seperti kena api (luka bakar), seperti kudis/borok yang membusuk.

Infeksi bakteri biasanya timbul apabila ikan menderita stres. Kematian banyak terjadi pada ikan yang menderita stres karena serangan bakteri yang menyebabkan infeksi. Penyakit bakteri merupakan jenis yang terbanyak didapati pada usaha budidaya ikan di laut. YC. Chong (1986) menyebutkan bahwa di perairan Siangapura terdapat 3 kelompok utama penyakit yang disebabkan oleh bakteri, yaitu : pembusukan sirip/ekor, Vibriosis dan Streptococcosis.

- Pembusukan sirip/ekor (Bakteri Fin Rot)
Bakteri ini biasanya menyerang sirip-sirip, terutama sirip ekor dan dapat mengakibatkan luka dan pengelupasan kulit. Ikan-ikan yang terserang penyakit ini akan menalami luka/kerusakan pada bagian tepi dan siripsiripnya, termasuk sirip ekor dan akan terkikis secara tidak teratur. Bahkan tidak jarang terjadi sirip yang terserang akan tinggal bagian pengkalnya saja. Jika diamati pada bagian yang terkena penyakit atau bagian yang luka hanya sedikit terdapat protozoa, tetapi diketemukan banyak sekali populasi bakteri yang terdiri dari bakteri Mycobacter sp.

Vibrio sp, jenis-jenis Pseudomonas dan Cocci gram positif. Diperkitakan bahwa kerusakan yang terjadi tersebut diakibatkan oleh serangan bakteri dengan populasi yang sangat padat. Bakteri ini mudah menular lewat luka-luka ikan yang lain akibat sentuhan ekor yang sakit. Bakteri yang paling dominan adalah Vibro sp karena mempunyai kemampuan yang baik untuk hidup di air laut dan pertumbuhannya untuk membentuk koloni lebih cepat dibandingkan dengan bakteri yang lain.

Pada dasarnya penyakit ini tidak begitu berbahaya, tetapi yang menjadikan bahaya justru infeksi sekunder jenis bakteri lain yang dapat memperparah penyakit tersebut dan menyebabkan kematian ikan.

Pencegahan dan pengobatan
Pencegahan dapat dilakukan dengan jalan perendaman ikan yang sakit ke dalam bak air dengan menggunakan :
* Nitrofurozone 15 ppm, selama 3 - 4 jam.
* Suplhonamide 50 ppm, selama 3 - 4 jam.
* Neomycin sulphate 50 ppm, selama 1 - 2 jam.
* Chloramphenicol 50 ppm, selama 1 - 2 jam.
* Acriflavine 100 ppm, selama 1 menit.

Sesudah pengobatan, tempatkan ikan ke dalam kurungan yang bersih dengan kepadatan yang rendah dan aliran air yang baik, atau pada bak dengan penambahan aerasi secukupnya.

- Vibriosis
Vibriosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio sp. Bakteri Vibrio sp termasuk kelompok bakteri yang heterogen dan gram negatif. Ada 2 bakteri penting yang diketahui menyerang ikan laut yaitu: V. alginolyticus dan V. parahaemollyticus. Vibriosisi merupakan penyakit sekunder, artinya penyakit ini muncul setelah adanya serangan penyakit yang lain misalnya protozoa atau penyakit lainnya.

Dari percobaan yang dilakukan terhadap bakteri yang diisolasikan dari ikan kerapu dan kakap putih yang sakit, ternyata bakteri ini tidak mampu membuat ikan menjadi sakit vibriosis setelah dilakukan penyuntikan dengan bakteri tersebut.

Terkecuali apabila dosisnya tinggi. Ikan kerapu yang terkena Vibriosisi akaibat suntikan bakteri tersebut, akan mengalami perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dan daerah bekas suntikan akan menjadi borok. Selanjutnya akan terjadi pendarahan pada bagian peritonial dan ginjalnya akan rusak. Pengamatan di alapangan juga menunjukkan gejala ikan kurang nafsu makan, busuk sirip dan akumulasi cairan di bagian abdomen.
Pencegahan dan pengobatan
Beberapa pengobatan dengan antibiotik dapat dilakukan antara lain :
o  Menggunakan Oxytetracycline sebanyak 0,5 garam per kg makanan ikan selama 7 hari.
o  Menggunakan Sulphonamides 0,5 gram per kg makanan ikan selama 7 hari.
o  Chloromphenicol sebanyak 0,2 gram per kg berat makanan ikan selama 4 hari.

Apabila ikan tak mau makan, cobalah pengobatan dengan perendaman sbb :
Nitrofurozon 15 ppm, selama lebih kurang 4 jam.
Sulphonamides 50 ppm, selama lebih kurang 4 jam.

- Streptococcus
bakteri dari genus Streptococcus ini kadang-kadang menyebabkan penyakit pada ikan laut yang dibudidayakan, seperti ikan kerapu merah dan ikan beronang. Tanda-tanda dari infeksi penyakit ini biasanya tidak jelas, namun ikan terkadang terlihat lesu, tidak sehat, berenang tidak teratur dan pendarahan pada cornea. Biasanya penyakit ini diamati lewat pemerikasaan laboratories.

Streptococcus sp termasuk bakteri yang resisten terhadap berbagai
antibiotik yang secara terus menerus dipergunakan untuk mengobati
infeksi bakteri yang lain.
Pencegahan dan pengobatan
Berikut adalah perlakuan pengobatan yang disarankan tes sensitivitas
antibiotik.
* Amphicilin 0,5 gram per kg makanan ikan untuk 2 hari.
* Oxytetracycline 0,5 gram per kg makanan ikan untuk 7 hari.
* Erythromycin estolate 1,0 gram per kg makanan untuk 5 hari.
Dapat juga menggunakan penicilin 3.000 unit per kg berat ikan yang
disuntik secara intramascullar.
f. Virus
Virus adalah patogen yang paling kecil. Ukurannya lebih kecil dari
seperduapuluh kali besarnya bakteri. Virus menyerang mahluk hidup,
berkembangbiak di dalam organisme inang dan pada saat itulah dia akan
menyebabkan kerusakan ataupun penyakit pada organisme inang.
Virus sangat tahan terhadap segala jenis obat-obatan. Oleh karena itu,
pemberantasan penyakit yang disebabkan oleh virus lebih ditekankan
kepada upaya pencegahan dan membatasi penularannya. Salah satu
virus yang telah diketahui menyerang ikan pada budidaya di laut adalah
penyakit Symphocystis.
Penyakit Lymphocystis disebabkan oleh serangan virus yang termasuk
famili Iridovirus.
Virus Lymphocytis berbentuk partikel berbidang banyak dengan sekitar
0,13 - 0,26 mikron. Terdiri dari inti DNA yang dibungkus oleh lapisan
protein.
Infeksi pada ikan yang terserang menyebabkan tumbuhnya sel jaringan.
Sel yang dikenal menyebabkan tumbuhnya sel jaringan. Sel yang dikenal
dengan nama Lymphocystis menyerupai butiran sagu. Kelompok dari sel
tersebut membentuk tumor pada kulit dan sirip.
Ikan kakap putih merupakan ikan yang sangat rawan terhadap serangan
virus ini. Virus ini juga terbukti sangat mudah menular dengan
menggunakan air sebagai media penularannya. Oleh karena itu, ikan
yang terserang harus segera dipindahkan dan dipisahkan dari ikan yang
sehat.
Pada dasarnya, penyakit yang diakibatkan virus belum dapat
ditanggulangi secara pasti. Namun demikian pencegahan dapat dilakukan
dengan jalan vaksinasi dengan obat antibiotik. Masalahnya adalah hingga
saat ini, obat/vaksinasi untuk penyakit ini belum tersedia atau sulit
didapatkan di pasaran.u penyakit lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar